Detail Berita

📌 Sebelum memilih KBLI, yuk cek postingan ini dulu!

Memilih Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tidak boleh dilakukan secara sembarangan atau sekadar menebak-nebak. Lembaga Online Single Submission (OSS) baru-baru ini membagikan panduan penting bagi para pelaku usaha agar tidak salah langkah dalam menentukan kode KBLI saat mendaftarkan bisnis mereka.

OSS menegaskan bahwa penetapan kode KBLI wajib disesuaikan dengan aktivitas utama usaha yang benar-benar dijalankan di lapangan. Langkah ini sangat krusial karena kode KBLI yang dipilih akan menjadi penentu utama dalam menerbitkan jenis perizinan berusaha yang sesuai.

Faktor Pertimbangan dalam Memilih KBLI

Untuk menghindari kesalahan input data yang bisa menghambat legalitas, pelaku usaha harus mempertimbangkan karakteristik mendalam dari bisnis mereka. Penentuan kode KBLI setidaknya wajib melihat dua indikator utama berikut:

  1. Cara Kegiatan Dilakukan (Proses Bisnis): Bagaimana operasional usaha tersebut berjalan? Apakah berbasis pabrikasi (manufaktur), perdagangan besar, e-commerce, atau penyediaan jasa secara langsung?

  2. Output Usaha: Apa jenis barang atau jasa akhir yang dihasilkan dari aktivitas bisnis tersebut?

Pentingnya Kesesuaian di Sistem OSS:

Ketepatan dalam memilih KBLI akan membantu sistem OSS dalam memetakan tingkat risiko usaha Anda secara akurat (Rendah, Menengah Rendah, Menengah Tinggi, atau Tinggi). Jika kode yang dipilih sudah tepat, maka proses penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga izin operasional lainnya dipastikan akan jauh lebih mudah, cepat, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Bagi Anda yang sedang mengurus legalitas, luangkan waktu sejenak untuk membedah kembali aktivitas utama bisnis Anda sebelum menekan tombol submisi di portal OSS. Pastikan usaha Anda terdaftar dengan benar demi keamanan dan kenyamanan operasional jangka panjang.

(Sumber: OSS)